Rabu, 25 Juli 2012

JIWA YG ABADI

KEBAHAGIAAN ITU URUSAN JIWA BUKAN RAGA

Para pencari kebahagiaan suka mengira bahwa yang membahagiakan itu adalah :
Harta Melimpah, Kendaraan Mewah, Tempat Tinggal Megah, Duduk disinggasana disembah-sembah dengan didampingi dayang2 yg senyumnya

Kamis, 24 Mei 2012

ANTARA SENANG DAN BAHAGIA


Kita Pasti Bahagia, Jika…


  7 May 2012 | 21:03 Dibaca: 54   Komentar: 2   1 dari 1 Kompasianer menilai menarik
Ini adalah pertanyaan untuk calon ratu sejagat (entah miss world atau miss universe). Mereka ditanya : “ sekiranya Anda dapat mengulangi hidup Anda lagi dari permulaan, hal-hal apa yang ingin Anda ubah ? “. Salah satu dari perempuan cantik itu berkata : “ aku tidak ingin mengubah apapun. Bahkan kepahitan yang aku rasakan, tidak akan aku ubah.  Sebab,

Sabtu, 05 Mei 2012

DETIK-DETIK


DETIK DETIK KETIKA KITA HENDAK BERBAGI


EGOMU BICARA :

*      Mengapa kau pedulikan orang lain coba tengok keluargamu sendiri, bukankah masih banyak kebutuhanmu.
*      Belum tentu orang yg kau kasihi mau membalas budimu bahkan

Senin, 23 April 2012

SURGA TELAH PENUHKAH



Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak menyebutkan kenikmatan dan keutamaan akhirat yang sangat besar dibandingkan kesenangan di dunia ini. Di antaranya adalah hadits di bawah ini,
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي َلأَ عْلَمُ آخِرَ أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنْهَا وَآخِرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ دُخُولاً الْجَنَّةَ رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنْ النَّارِ حَبْوًا فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلْأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلْأَى فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ قَالَ فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلْأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلْأَى فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ فَإِنَّ لَكَ مِثْلَ الدُّنْيَا وَعَشَرَةَ أَمْثَالِهَا أَوْ إِنَّ لَكَ عَشَرَةَ أَمْثَالِ الدُّنْيَا قَالَ فَيَقُولُ أَتَسْخَرُبِي أَوْ أَتَضْحَكُ بِي وَأَنْتَ الْمَلِكُ قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ قَالَ فَكَانَ يُقَالُ ذَاكَ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً
Dari `Abdullâh bin Mas’ûd radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Aku benar-benar mengetahui seorang penduduk neraka yang paling akhir keluar darinya dan seorang penduduk surga yang paling akhir masuk ke dalam surga. Yaitu

Sabtu, 21 April 2012

INTERMEZZO



KapanLagi.com - Telepon berdering di kantor pusat Kepolisian.
"Halo, selamat malam! ada yang bisa dibantu?", kata petugas polisi.
"Halo, apakah ini kantor polisi?", kata penelepon.
"Ya. Apa yang Anda inginkan?"
"Saya ingin melaporkan tetangga saya yang bernama Paijo. Dia memiliki narkoba yang disembunyikan di

Jumat, 20 April 2012

IT ( INGAT TUHAN )



Mengingat Allah (baca: dzikir) merupakan pokok daripada syukur. Manfaat yang besar dapat diperoleh dengan mengerjakan amalan ini. Namun, sayang sekali kebanyakan orang melupakan dan melalaikannya. Padahal, faedah dzikir itu banyak sekali, di antaranya adalah:
[1] Mendatangkan pertolongan Allah
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Maka ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku pun akan mengingat kalian.” (QS. al-Baqarah: 152)
[2] Mendatangkan ampunan dan pahala yang besar
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah, lelaki maupun perempuan, maka Allah sediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang sangat besar.” (QS. al-Ahzab: 35)
[3] Sebab hidupnya hati
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya (Allah) dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya, seperti perumpamaan orang yang hidup dengan orang yang sudah mati.” (HR. Bukhari)

Rabu, 18 April 2012

INTI SARI AGAMA SANG PENCIPTA


 

Inti Ajaran Islam: Iman, Islam, dan Ihsan

Pokok ajaran Islam ada 3, yaitu: Iman, Islam dan Ihsan. Dasarnya adalah hadits sebagai berikut:
Pada suatu hari kami (Umar Ra dan para sahabat Ra) duduk-duduk bersama Rasulullah Saw. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda bekas perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah Saw. Kedua kakinya menghempit kedua kaki Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah Saw, seraya berkata, “Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam.” Lalu Rasulullah Saw menjawab,